PT. MEGA CITRA BESTARI

Apa Itu MCB? Fungsi dan Cara Kerjanya.

Mungkin banyak orang yang sampai saat ini masih belum tahu apa itu MCB. Memang kebanyakan orang lebih akrab dengan saklar, speedometer, atau sebagainya. Apalagi di beberapa daerah komponen kelistrikan ini memiliki sebutan berbeda-beda. Biasanya orang memiliki sebutan sendiri untuk memudahkan penyebutan.

Dalam dunia kelistrikan sendiri ada banyak sekali komponen yang perlu dimengerti. Ada tegangan arus daya dengan banyak satuan mulai dari ampere, volt, hingga watt. Selain itu peralatan seperti ini juga perlu diketahui bersama agar mengerti jika terjadi hal tidak diinginkan, misalnya konsleting.

Biasanya kebanyakan orang memang mengandalkan orang yang sudah ahli di bidang kelistrikan. Ini untuk menghemat waktu dan mencegah hal-hal tidak diinginkan. Selain itu memanggil seorang ahli juga untuk menjaga keamanan. Pasti Anda juga akan merasa aman ketika masalah ini ditangani oleh ahli bukan.

Lalu sebenarnya apa komponen paling penting dalam listrik? Atau setidaknya komponen yang memiliki fungsi keselamatan jika arus listrik di luar kendali? Oleh karena hal itu, Anda juga perlu untuk memahami bagaimana seluk beluk dari sebuah MCB. Sebuah komponen penting dan sering orang lupakan namanya namun fungsi dan manfaatnya sangat besar.

Apa Itu MCB? dan Bagaimana Bentuknya

Mungkin masih banyak orang bertanya komponen seperti apa MCB itu dan bagaimana bentuknya. Miniature Circuit Breaker atau MCB adalah salah satu komponen dengan fungsi dasar sebagai alat keselamatan rumah hingga bangunan. Biasanya setiap bangunan yang dialiri listrik pasti memiliki MCB.

Komponen ini biasanya di beberapa tempat disebut sebagai speedometer dan berbentuk seperti tabung. Didalamnya terdapat beberapa kabel yang mengalirkan tegangan ke rumah. Selain itu ada beberapa simbol atau keterangan dengan maksud tertentu. Misalnya simbol huruf C besar yang menunjukkan informasi tegangan ampere.

Selain itu, dalam kurun waktu tertentu perlu ada perawatan terutama terhadap kabelnya. Ini bisa dilakukan untuk menghindari kerusakan pada kabel karena ada serat optik yang putus. Jadi ketika sudah beberapa tahun lakukan pengecekan rutin. Bersihkan juga setiap bagian MCB dari kotoran seperti debu.

Untuk melakukan hal ini cobalah meminta seorang ahli kelistrikan. Selain untuk membersihkan setiap kotoran, mintalah melakukan perawatan. Apakah ada bagian komponen yang rusak atau tidak. Jika ada mintalah segera mengganti komponen agar MCB bisa berfungsi lagi dengan optimal untuk menjaga tegangan listrik.

Fungsi MCB Sebagai Pemutus Aliran Ketika Tegangan Tinggi

Setelah mengetahui seperti apa komponen bernama MCB, maka sekarang Anda perlu mengerti apa fungsinya. Secara umum MCB memiliki fungsi memutus aliran ketika tegangan terlalu tinggi. Komponen ini memiliki ambang batas tertentu sebagai batasan arus listrik yang bisa ditampung untuk mencegah terjadinya overload.

Aliran yang terlalu besar bisa menyebabkan adanya konsleting listrik. Ini juga yang akhirnya membuat sebuah bangunan terbakar karena ada arus pendek dalam jumlah besar tanpa batasan. Karena itu setiap bangunan pasti memiliki komponen ini untuk mencegah terjadinya overheat pada kabel instalasi.

MCB lebih sering digunakan daripada sekring karena kemampuannya lebih baik dalam on off tegangan. Apalagi tingkat sensitifitasnya juga lebih daripada sekring sehingga lebih aman. Fungsi MCB juga lebih praktis karena hanya mengubah posisi dari off ke on jika listrik sedang padam karena overheat.

MCB juga dipengaruhi oleh jumlah kutub yang tersedia. Misalnya ada 3 kutub yang berarti untuk mengamankan arus listrik 3 prase. Jadi semakin banyak kutub menunjukkan tingkat keamanan pada prase arus tegangan. Anda bisa bertanya pada ahlinya untuk lebih memahami tentang arus tegangan ini.

Cara Kerja MCB yang Memiliki Fungsi untuk Memutus Tegangan Ketika Terjadi Kelebihan Arus

MCB memiliki fungsi untuk memutus sebuah tegangan ketika terjadi kelebihan arus. Lalu bagaimana cara kerjanya? Secara umum ada dua metode yang berlaku ketika arus listrik terputus karena overload. Pertama adalah magnetic tripping dan kedua adalah thermal tripping yang keduanya membutuhkan kondisi tertentu.

Magnetic Tripping terjadi ketika ada hubungan singkat antara phrase dengan netral. Hubungan ini akan memunculkan medan magnet yang besar dan kuat sehingga tegangan besar yang tercipta akan dialirkan ke selonoid. Kemudian akan mendorong palang membuka kontak sehingga posisi berubah menjadi off atau mati.

Thermal Tripping merupakan kondisi Cara kerja MCB yang memanfaatkan sifat khusus bimetal. Sifatnya mudah melengkung jika terkena panas tegangan tinggi. Dalam kondisi normal bimetal akan lurus dan akan melengkung ketika terkena panas. Kemudian bimetal ini yang akan memutus arus listrik secara otomatis sehingga posisi menjadi off.

Cara kerja pada MCB ini memang terdengar sederhana karena hanya memutus aliran listrik ketika melebihi ambang batas. Tanda paling mudah ketika MCB kelebihan arus listrik adalah jika Anda pegang terasa panas. Jika suhu meningkat berarti arus listrik tersebut sebentar lagi akan diputus.

Mengetahui seluk beluk komponen pemutus aliran listrik ini memang sangat penting. Demi melindungi rumah agar tidak terlalu banyak menerima arus listrik dari luar. Selain itu menjaga agar tidak ada konsleting listrik melalui dua cara kerja MCB sederhana tersebut.

Dipercayai sebagai distributor MCB Listrik di Surabaya dan Indonesia, kami menyediakan berbagai macam MCB Listrik Schneider dan MCB Listrik Hager yang sudah dikenal memiliki kualitas tinggi dan harga yang terjangkau.