Categories: Pengetahuan Listrik

Cara Mudah Instalasi Setting Timer Hager EH 111

Pada instalasi listrik dapat ditemui saklar otomatis, hal ini ditandai dengan berbagai peralatan elektronik atau lampu yang dapat menyala sendiri padahal tidak ada orang yang menyalakannya. Biasanya dapat dilihat ketika rumah seseorang yang pemiliknya sedang tidak ada tetapi lampu taman atau lampu teras menyala sendiri.

Sistem saklar otomatis ini dapat di setting dengan berbagai cara, dapat menggunakan photocell, timer, atau juga menggunakan sistem rangkaian terintegrasi di ponsel. Photocell sendiri merupakan saklar otomatis yang prinsip kerjanya menggunakan sensor cahaya, jika ada cahaya yang mengenai resistor, maka secara otomatis resistor akan memperbesar nilai resistansinya, hal ini mengakibatkan terhambatnya arus listrik, yang pada akhirnya akan memadamkan lampu.

Jika menggunakan photocell, kekurangannya lampu dapat menyala meskipun belum malam hari, biasanya karena cuaca gelap karena mendung. Namun, selain photocell, timer menjadi cara yang tepat untuk digunakan, timer akan lebih akurat jika digunakan karena pengaturannya berdasarkan settingan waktu. Berikut penjelasan yang lebih lengkap mengenai saklar otomatis menggunakan timer tersebut. 

Fungsi Timer

Timer sendiri merupakan saklar otomatis yang prinsip kerjanya berdasarkan setting waktu tertentu. Dengan timer dapat diatur sendiri kapan lampu dapat dinyalakan atau dipadamkan. Misalnya jika menghendaki lampu menyala pada pukul 17.00 dan padam pada 06.00 dan tidak bergantung dengan cuaca tertentu, maka penyetingannya akan lebih mudah. 

Selain untuk mengatur waktu menyala lampu, timer ini juga dapat digunakan untuk menyalakan otomatis barang elektronik lainnya, tentu saja tergantung dengan kemampuan arus yang dapat dilayani oleh timer tersebut. 

Timer sendiri memiliki 2 jenis, yakni Electric Timer Relay dan Pneumatic Timer Relay. Jika Electric Timer Relay berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian listrik dengan cara bekerja menggunakan sistem elektronik, dalam hal ini membutuhkan tegangan listrik untuk mengoperasikannya.

Sedangkan pneumatic Timer Relay berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan rangkaian listrik berdasarkan settingan waktu. Prinsip kerja timer jenis ini menggunakan udara untuk waktu penundaannya, sehingga alat ini harus dipasang melekat pada magnetic contactor, hal ini karena timer ini membutuhkan tekanan dorong atau tarik dari magnetic contactor

Cara Instalasi Setting Timer Hager EH 111

Untuk dapat menginstal dan mengatur timer, perlu dilakukan tahapan-tahapan dengan benar. Berikut ini tahapan-tahapan untuk mengatur timer listrik :

  • Pada timer terdapat tanda switch, yang dapat dipilih kalau misalnya pakai timer dikunci timer pakai on di posisi satu, sedangkan jika pakai off maka berarti di posisi nol.
  • Kemudian pada lingkaran penuh yang terdapat pada timer merupakan pilihan untuk memilih pengaturannya. Jika bagian atas  ditekan ke bawah, maka lampu akan menyala.  Sedangkan jika  yang bagian bawah ditekan ke atas, maka lampu akan mati.
  • Pilihan-pilihan angka tersebut berbentuk digital, sehingga angkanya sampai 24, angka 24 ini artinya 12 jam dan 12 jam.
  • Pada bagian sisi timer terdapat tanda seperti anak panah, tanda ini menunjukkan jam sekarang.
  • Kemudian untuk cara melakukan settingan jam, pada timer tanda yang berbentuk jarum jam tersebut dapat diputar untuk disesuaikan dengan waktu yang diinginkan. Jika misalnya jam sekarang adalah pukul 16.00, maka di present tense-nya dapat diputar dan ditujukan pada jam 16.00. Kemudian jika di-setting untuk jam 18.00, maka lampu akan menyala pada jam 18.00 dan akan mati di jam 06.00.
  • Setelah di-setting durasi waktunya, maka langkah selanjutnya adalah diautokan, yakni posisi timer di angka 1.

PT Mega Citra Bestari merupakan authorized distributor Hager di Indonesia sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Anda tidak perlu ragu lagi untuk memesan Timer Hager EH 111 dengan kualitas terbaik di sini. Segera lakukan pemesanan dengan cara menghubungi kontak yang telah kami sediakan.

info mcbestari

Recent Posts

Cara Megger Test MCB yang Benar untuk Memastikan Kondisi Instalasi Masih Aman

Megger test pada MCB dilakukan untuk mengukur insulation resistance atau tahanan isolasi pada sistem kelistrikan…

1 week ago

Jadwal Preventive Maintenance Panel Listrik yang Sering Diabaikan Sampai Sistem Mulai Bermasalah

Preventive maintenance panel listrik penting dilakukan secara terjadwal karena banyak gangguan kelistrikan sebenarnya muncul perlahan…

2 weeks ago

Kesalahan Routing Jalur Kabel dalam Conduit yang Sering Menyulitkan Proses Maintenance

Routing jalur kabel dalam conduit yang kurang tepat dapat membuat proses maintenance lebih sulit, mulai…

3 weeks ago

PUIL 2011 vs PUIL 2020 — Perubahan yang Mulai Mengubah Cara Kontraktor dan Konsultan MEP Merancang Instalasi

PUIL 2020 membawa banyak perubahan yang membuat standar instalasi listrik menjadi lebih detail, adaptif terhadap…

4 weeks ago

Proyek Sudah Jalan, Tapi Instalasi Listrik Masih Sering Direvisi? Ini Titik Koordinasi yang Biasanya Terlewat di Awal

Revisi instalasi listrik dalam proyek konstruksi biasanya terjadi karena kurangnya koordinasi antara tim desain, perubahan…

1 month ago

Instalasi Listrik Terlihat Rapi, Tapi Sering Overheat? Ini Kesalahan Pemilihan Komponen yang Tidak Terlihat

Instalasi listrik yang terlihat rapi tetapi sering overheat biasanya disebabkan oleh pemilihan komponen yang tidak…

1 month ago

This website uses cookies.