Jenis-Jenis Lampu Penerangan untuk Industri

Lampu penerangan sebenarnya dapat Anda jumpai di berbagai toko lampu di pasaran. Lampu-lampu tersebut memiliki bentuk , fungsi, dan ukuran yang berbeda-beda tentunya. Lampu adalah alat yang berguna untuk memberikan penerangan baik di rumah, kantor maupun tempat lainnya.

Apalagi untuk penerangan industri, lampu sangat dibutuhkan agar para pekerja tidak kegelapan. Setiap industri pastinya membutuhkan penerangan cahaya yang sangat terang agar para karyawan dapat bekerja secara maksimal. Oleh karena itu, sebaiknya Anda bisa memahami tata letak pada lampu jika ingin membangun industri.

Jika Anda sampai salah dalam meletakkan lampu, ini akan berakibat pada hasil penerangan industri yang tidak akan maksimal. Apalagi untuk Anda yang memiliki industri namun ruangannya kecil tidak akan mungkin dipasang lampu ukuran besar.

Tetapi hendaknya, dalam memasang lampu harus sesuai dengan ruangan yang akan Anda gunakan pada industri. Di masyarakat sendiri, sudah banyak yang mengenal berbagai jenis lampu. Jenis-jenis lampu tersebut, yaitu lampu pijar, halogen, fluorescent, mercury dan sodium tekanan rendah.

Jenis Lampu Penerangan untuk Industri

Pertama, ada jenis lampu incandenscent yang biasa disebut dengan lampu pijar. Lampu pijar ini mampu memancarkan cahaya ketika terdapat arus listrik yang melewati filamen  pada kawat pijar. Kemudian, filamen tersebutlah yang memanaskan lampu pijar ini.

Jika temperatur  naik maka tahanan pada filamen tungsten  akan semakin naik juga. Kenaikan pada tegangan dapat menyebabkan naiknya tahanan yang akan terjadi sedikit kenaikan arus.  Jika tahanan pada filament mencapai seperempat belas maka keadaan temperatur akan rendah.

Lampu pijar ini akan sangat berpengaruh terhadap perubahan tegangan yang dialami lampu. Selanjutnya, ada lampu penerangan lainnya yaitu halogen. Lampu ini masih termasuk ke dalam kelompok lampu pijar. Bahan filament  pada lampu halogen ini sama dengan bahan filament pada lampu pijar.

Filament yang membutuhkan penyokong pada bohlam karena adanya kontruksi sehingga filament akan tetap berada pada keadaan posisi lurus. Kaki pada lampu halogen ini terbuat dari porserin. Kemudian, ada lampu floresen yang memiliki kontruksi tabung lampu terdiri atas gelas dengan dinding bagian sudah dilapisi serbuk phospor.

Sehingga tabung tersebut tampak kelihatan berwarna putih susu. Bentuk pada tabung ini memanjang dan melingkar dengan panjang tabungnya sangat bervariasi. Ada lagi lampu mercury yang terdiri dari tabung dalam dan juga luar. Tabungnya akan menghasilkan radiasi ultraviolet juga gas argon berguna untuk kebutuhan start.

Jika bohlam luarnya berguna untuk rumah tabung juga bisa menjaga kestabilan suhu di sekitar tabungnya. Terakhir, ada lampu sodium tekanan rendah yang berbentuk U. Agar tabung terjaga dengan baik maka tabung gas dibuat seperti gelas yang tahan akan tekanan uap.

Prinsip Kerja pada Lampu Penerangan

Pada lampu pijar sendiri prinsip kerjanya adalah dengan cara menghubungkan singkat listrik yang ada pada filamen carbon. Sehingga hal tersebut,  akan terjadi arus hubung singkat dan mengakibatkan adanya timbu panas.

Panas yang akan terjadi nanti dibuat sampai suhu tertentu dapat mengeluarkan cahaya. Selanjutnya, lampu halogen yang sama prinsip kerjanya dengan lampu pijar ini dapat mengatasi masalah pada ukuran fisik maupun struktur lampu sorot. Pada bidang-bidangnya memang di butuhkan ukuran bohlam yang kecil.

Hal ini disebabkan agar sistem pengontrolan arah dan pemokusan cahaya bisa dilakukan. Kemudian, ada lampu penerangan lainnya yaitu lampu floresen. Lampu ini mampu bekerja dengan menggunakan gas flour yang akan menghasilkan cahaya. Di mana fungsi pada energi listrik ini dapat membangkitkan gas pada tabung lampu.

Sehingga nantinya akan timbul pula sinar ultraviolet. Untuk prinsip kerja pada lampu mercury sebenarnya sama saja dengan lampu floresen. Cahayanya akan dihasilkan apabila terjadi loncatan pada elektron yang berada di tabung. Lampu sodium tekanan rendah masih termasuk ke dalam lampu tabung.

Oleh sebab itu, jika dilihat prinsipnya masih sama dengan lampu tabung lainnya. Yang berdasarkan adanya pelepasan pada elektron di dalam tabung gas. Lampu penerangan ini memiliki tujuan agar bisa mencapai efficacy yang setinggi-tingginya bisa mencapai 200 watt.

info mcbestari

Recent Posts

Cara Megger Test MCB yang Benar untuk Memastikan Kondisi Instalasi Masih Aman

Megger test pada MCB dilakukan untuk mengukur insulation resistance atau tahanan isolasi pada sistem kelistrikan…

1 week ago

Jadwal Preventive Maintenance Panel Listrik yang Sering Diabaikan Sampai Sistem Mulai Bermasalah

Preventive maintenance panel listrik penting dilakukan secara terjadwal karena banyak gangguan kelistrikan sebenarnya muncul perlahan…

2 weeks ago

Kesalahan Routing Jalur Kabel dalam Conduit yang Sering Menyulitkan Proses Maintenance

Routing jalur kabel dalam conduit yang kurang tepat dapat membuat proses maintenance lebih sulit, mulai…

3 weeks ago

PUIL 2011 vs PUIL 2020 — Perubahan yang Mulai Mengubah Cara Kontraktor dan Konsultan MEP Merancang Instalasi

PUIL 2020 membawa banyak perubahan yang membuat standar instalasi listrik menjadi lebih detail, adaptif terhadap…

4 weeks ago

Proyek Sudah Jalan, Tapi Instalasi Listrik Masih Sering Direvisi? Ini Titik Koordinasi yang Biasanya Terlewat di Awal

Revisi instalasi listrik dalam proyek konstruksi biasanya terjadi karena kurangnya koordinasi antara tim desain, perubahan…

1 month ago

Instalasi Listrik Terlihat Rapi, Tapi Sering Overheat? Ini Kesalahan Pemilihan Komponen yang Tidak Terlihat

Instalasi listrik yang terlihat rapi tetapi sering overheat biasanya disebabkan oleh pemilihan komponen yang tidak…

1 month ago

This website uses cookies.